| Optimalisasi Kualitas dan Pemanfaatan Sumber Daya Manusia |
Meningkatnya Kualitas Sumber Daya Manusia |
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) |
Meningkatnya Kualitas Pendidikan |
Indeks Pendidikan |
Indeks Pendidikan adalah indikator yang menggambarkan capaian pembangunan pada dimensi pendidikan, yang diukur berdasarkan rata-rata capaian indikator pendidikan penduduk, yaitu Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Harapan Lama Sekolah (HLS). |
Indeks |
0,648 |
0,654 |
0,659 |
0,664 |
0,668 |
| Meningkatnya Derajat Kesehatan |
Indeks Kesehatan |
Indeks Kesehatan adalah indikator yang menggambarkan capaian pembangunan pada dimensi kesehatan, yang diukur berdasarkan Umur Harapan Hidup saat lahir (UHH) sebagai proksi kondisi kesehatan penduduk. |
Indeks |
0,842 |
0,844 |
0,846 |
0,848 |
0,85 |
| Menurunnya Angka Kemiskinan |
Angka Kemiskinan |
Angka Kemiskinan adalah persentase penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan pada suatu wilayah dan periode tertentu.
Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan, baik untuk memenuhi kebutuhan makanan maupun non makanan. |
% |
7,78 |
7,50 |
7,30 |
7,00 |
6,50 |
| Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Keunggulan Daerah |
Mendorong Optimalnya Potensi Keunggulan Daerah Untuk Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi |
Laju Pertumbuhan Ekonomi |
Meningkatnya Produktivitas Lapangan Usaha |
PDRB Perkapita (juta) |
PDRB per Kapita (juta) adalah rata-rata nilai tambah bruto yang dihasilkan per penduduk dalam suatu wilayah pada periode tertentu, yang diperoleh dari pembagian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan jumlah penduduk, dan dinyatakan dalam juta rupiah.
Rumus Perhitungan : Nilai PDRB (Berlaku Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB), untuk menggambarkan tingkat kemakmuran nominal, atau
Berlaku Atas Dasar Harga Konstan (ADHK), untuk melihat daya beli riil dan pertumbuhan ekonomi per penduduk) dibagi Jumlah Penduduk |
Nilai |
37,89 |
42,20 |
46,80 |
51,80 |
57,40 |
| Meningkatnya Investasi |
Persentase Pertumbuhan Investasi |
Persentase Pertumbuhan Investasi adalah besaran peningkatan nilai realisasi investasi pada suatu periode tertentu dibandingkan dengan periode sebelumnya, yang dinyatakan dalam satuan persentase.
Persentase Pertumbuhan Investasi=Realisasi Investasi Tahun n dikurang Realisasi Investasi Tahun (n−1) dibagi Realisasi Investasi Tahun (n−1)dikali 100% |
% |
5 |
5 |
5 |
5 |
5 |
| Menurunnya Tingkat Pengangguran Terbuka |
Tingkat Pengangguran Terbuka |
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah persentase jumlah penganggur terhadap total angkatan kerja pada suatu wilayah dan periode tertentu.
Penganggur adalah penduduk usia kerja yang tidak bekerja, sedang mencari pekerjaan, sedang mempersiapkan usaha, tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan (putus asa) dan sudah memiliki pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.
Rumus Perhitungan : Jumlah Penganggur dibagi Jumlah Angkatan Kerja dikali 100 persen. |
Nilai |
4,20 |
4,32 |
3,70 |
3,60 |
3,50 |
| Penyelenggaraan Tata Kelola Yang Profesional, Modern dan Inovatif |
Terwujudnya Tata Kelola Pemerintahan yang Profesional, Modern dan Inovatif |
Indeks Reformasi Birokrasi |
Meningkatnya Kualitas Tata Kelola Pemerintahan |
Indeks Reformasi Birokrasi General |
Indeks Reformasi Birokrasi (RB) General adalah Pembobotan dari Indeks Sakip, Indeks SPBE, Indeks Kualitas Kebijakan, Indeks Pengelolaan Aset dan Indeks Tata Kelola Pengadaan |
Indeks |
67,01 |
67,30 |
67,50 |
68,01 |
68,30 |
| Mempertahankan Swasembada Pangan Yang Berwawasan Lingkungan |
Terjaganya Ketahanan dan Kemandirian Pangan |
Indeks Ketahanan Pangan |
Meningkatnya Ketersediaan Pangan Daerah |
Produksi Jagung |
Produksi Jagung
adalah jumlah hasil panen tanaman jagung yang dihasilkan dalam suatu wilayah dan periode tertentu, yang dinyatakan dalam berat pipilan kering.
Produksi jagung merupakan hasil perkalian antara luas panen jagung dan produktivitas jagung per satuan luas.
Rumus Perhitungan : Produksi Jagung=Luas Panen Jagung dikali Produktivitas Jagung |
Ton |
42.500 |
43.000 |
43.500 |
44.000 |
44.500 |
| Produksi Daging |
Produksi Daging adalah jumlah daging yang dihasilkan dari pemotongan ternak dan unggas dalam suatu wilayah dan periode tertentu, yang berasal dari sapi, kerbau, kambing, domba, babi, ayam, itik, dan ternak/unggas lainnya, yang dinyatakan dalam berat bersih (karkas atau setara karkas).
Produksi daging dihitung berdasarkan jumlah ternak/unggas yang dipotong dan rata-rata bobot karkas per ekor.
Rumus Perhitungan : Produksi Daging = Jumlah Ternak/Unggas Dipotong dikali Rata-rata Bobot Karkas |
Ton |
5.066 |
5.319 |
5.585 |
5.864 |
6.158 |
| Produksi Telur |
Produksi Telur
adalah jumlah telur yang dihasilkan oleh ternak unggas petelur dalam suatu wilayah dan periode tertentu, baik dari ayam ras petelur, ayam buras, itik, maupun jenis unggas petelur lainnya, yang dinyatakan dalam berat atau jumlah satuan tertentu.
Produksi telur dihitung berdasarkan jumlah ternak petelur produktif dan rata-rata produksi telur per ekor.
Rumus Perhitungan : Produksi Telur = Jumlah Ternak Petelur Produktif dikali Rata-rata Produksi Telur |
Ton |
9.469 |
9.659 |
9.852 |
10.049 |
10.250 |
| Produksi Perikanan |
Produksi Perikanan adalah jumlah hasil perikanan yang dihasilkan dalam suatu wilayah dan periode tertentu, yang berasal dari kegiatan perikanan tangkap dan perikanan budidaya, dan dinyatakan dalam berat hasil (ton).
Rumus Perhitungan : Produksi Perikanan = Produksi Tangkap ditambah Produksi Budidaya |
Ton |
14.286 |
14.715 |
15.156 |
15.233 |
15.690 |
| Produksi Padi |
- |
Ton |
144000 |
144500 |
145000 |
145500 |
146000 |
| Peningkatan Prasarana dan Sarana Pelayanan Dasar yang Berkelanjutan |
Meningkatnya Kualitas Infrastruktur yang Berkelanjutan |
Indeks Infrastruktur |
Meningkatnya Kualitas Infrastruktur Daerah yang Berdaya Saing |
Indeks Daya Saing Daerah Pilar Infrastruktur |
Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) – Pilar Infrastruktur adalah jumlah skor indikator Rasio Jalan Mantab, Akses Air minum Layak, Akses Sanitasi Layak, dan Rasio Jaringan Irigasi dibagi jumlah seluruh indikator |
Indeks |
3,56 |
3,75 |
3,80 |
3,83 |
3,86 |
| Meningkatnya Kualitas Lingkungan Hidup Dan Ketahanan Daerah Terhadap Risiko Bencana |
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup |
IKLH terdiri dari:Komponen berupa Indeks Kualitas Air (IKA), Indeks Kualitas Udara (IKU), dan Indeks Kualitas Tutupan Lahan (IKTL). IKLH yang dihitung sebagai rata-rata tertimbang dari ketiga indeks tersebut sesuai bobot yang ditetapkan |
Indeks |
66,91 |
67,17 |
67,42 |
67,67 |
67,92 |
| Indeks Risiko Bencana |
Indeks Risiko Bencana (IRB) adalah indikator yang dihitung berdasarkan interaksi antara Tingkat Bahaya (hazard) dikali dengan Kerentanan (vulnerability), dan dibagi Kapasitas (capacity) dalam Menghadapi Bencana |
Indeks |
88,82 |
134,07 |
133 |
131,94 |
130,88 |